April 3, 2017

Saido Berahino Kecewa Dengan Putusan Larangan Bermain

,

Striker Stoke City, Saido Berahino kecewa dengan putusan larangan bermain yang disematkan padanya karena ditemukan menggunakan obat terlarang.

Striker Stoke City, Saido Berahino mengatakan larangan bermain selama delapan minggu karena obat terlarang saat ia mengawali musim ini adalah putusan yang mengecewakan dikarenakan minuman yang ia minum telah dibubuhi obat terlarang saat ia berada di sebuah klub  malam agen bola. Ia mengatakan jika larangan terhadap sesuatu yang tidak ia lakukan adalah hal yang sangat sulit serta mengecewakan. Ia merasa ada seseorang yang telah menaruh obat di dalam minumannya.

Seseorang Menaburkan Obat Terlarang

Saido Berahino mengklaim tingkat obat yang ditemukan pada minumannya adalah obat dengan tingkatan yang “benar-benar rendah” dan ia memastikan tidak ada perubahan pada sikapnya setelah mengonsumsi obat tersebut. Menurutnya, obat yang ada pada minumannya sama sekali tidak mempengaruhinya. Ia juga menuturkan jika ia keluar di malam hari dan tidak mengetahui orang-orang yang ada di sekitar saat berada di klub malam, lalu tiba-tiba ada yang mendapati minumannya mengandung obat terlarang saat ia sendiri tidak mengetahuinya.

Bahkan, ia menjelaskan jika setelah peristiwa itu, semuanya hancur berantakan. Hingga hari ini, ia sendiri tidak mengetahui siapa orang yang tega melakukan hal demikian terhadapnya. Ia juga kecewa dengan West Brom karena tidak ada seorangpun di klub tersebut yang melindungi atau membelanya. Ya, sebelumnya Berahino, yang telah bermain di Premier League selama enam kali untuk Stoke, absen dari tim pertama untuk empat bulan terakhirnya di West Brom.

Bos Baggies, Tony Pulis sendiri mengatakan berulang kali jika striker kelahiran Burundi tersebut tidak bermain karena kurangnya kebugaran. Berahino sendiri menepis anggapan Pulis karena ia berada pada kondisi yang sangat bagus untuk bermain. Entah apapun, Berahino benar-benar kecewa dengan putusan larangan bermain tersebut dan ia juga ingin mengetahui siapa yang telah menaburkan obat terlarang di minumannya.

Berahino Kecewa Dengan Putusan Larangan

Menurut sang striker, tidak ada seorang pun yang melindungi dirinya di klub tersebut. Tapi, menurutnya yang paling menyakitkan dan paling berat adalah meninggalkan apa yang ia cintai yakni sepak bola. Menurutnya, ketika ia bangun di pagi hari dan tidak bermain sepak bola, tidak ada senyum dan kebanggaan. Ini yang membuat dirinya sulit saat ini.

Sebelumnya, Berahino telah mengakhiri waktu yang bergolak di The Hawthorns dengan menandatangani kontrak lima setengah tahun di Stoke pada 20 Januari kemarin. Striker lulusan akademi The Albion telah mencetak 20 gol dalam 45 penampilan untuk klub pada musim 2014 – 2015, mengancam untuk mogok setelah tawaran Spurs untuk dia kemudian ditolak pada batas akhir waktu transfer di musim panas 2015.

Dia terus dihubungkan dengan klub Liga Premier lainnya, tetapi dalam dua bursa transfer berikutnya, semua gagal terwujud. Berahino, yang menolak tiga kontrak baru dari penawaran Albion, mengatakan ia ingin meninggalkan klub dimana ia bergabung semenjak ia berusia 11 tahun karena ia “membenci tempat” tersebut. Ia memang berhak memilih klub dimana ia akan berkarya dan meniti karirnya.

Menurutnya, ia tertekan karena setiap hari ia hanya berjalan di tempat latihan dan tidak melakukan apa yang ia inginkan. Ia benar-benar merasa tidak ingin berada di klub tersebut. Dan itulah salah satu alasan kenapa ia tidak menandatangani kontrak yang ditawarkan kepadanya. Menurutnya, ini bukan soal uang tetapi tentang kebahagiaannya. Bagaimanapun ia masih kecewa dengan putusan larangan bermain togel hk hingga beberapa minggu untuk apa yang ia tidak lakukan.